If you visit and shop on these affiliate links, we will receive a commission from our partners. Learn more here.

Megadeth Cover “Ride the Lightning” di Album Terakhirnya

Megadeth, membuat kejutan besar dengan menambahkan lagu cover Metallica, "Ride the Lightning" sebagai bonus track dalam album self-titled terakhirnya yang dijadwalkan rilis pada Januari 2026.

Dave Mustaine
Credit Images: Getty Images/Dave Mustaine - Megadeth/Photo by CRISTINA QUICLER/AFP via Getty Images

Keputusan ini bukan sekedar gimmick—tapi menyimpan makna mendalam, menjadi simbol penting dalam perjalanan karier sang frontman, Dave Mustaine.

"Ride the Lightning" sendiri merupakan salah satu lagu ikonik Metallica yang pertama kali dirilis pada tahun 1984. Menariknya, Dave Mustaine—pendiri sekaligus gitaris Megadeth—ikut berkontribusi dalam proses kreatif lagu tersebut ketika Mustaine masih menjadi anggota Metallica sebelum akhirnya dikeluarkan dari band pada tahun 1983.

Dave Mustaine sendiri menjelaskan bahwa merekam ulang lagu ini bukanlah langkah untuk mengklaim atau mengubah sejarah melainkan sebagai bentuk penghormatan kepada Metallica dan masa lalu mereka yang saling terkait. Dalam wawancara ekslusif bersama Rolling Stone, Dave Mustaine mengungkapkan, "Sebenarnya bukan karena saya ingin membuat versi saya sendiri. Saya rasa kami semua ingin hasilnya seperti itu. Bagi saya, ini lebih dari sekadar bagaimana sebuah lagu diciptakan — ini tentang rasa hormat."

Dalam versi nya Megadeth untuk lagu "Ride the Lightning", dimainkan dengan tempo cepat dan pengaturan yang berbeda, menampilkan interpretasi baru yang tetap menghormati karya asli.

Menurut Dave Mustaine—seperti dikutip melalui Rolling Stone—cover ini menjadi cara untuk "menutup lingkaran" kariernya, mengingat bahwa hubungan sang frontman—Dave Mustaine dan Metallica—yang kompleks dan berliku selama lebih dari empat dekade.

"Jadi saya ingin melakukan sesuatu untuk menutup lingkaran karier saya saat ini, karena dimulai dengan Panic — band Mustaine sebelum Metallica — dan beberapa lagu yang berakhir di repertoar Metallica, saya ingin melakukan sesuatu yang saya rasa akan menjadi lagu yang bagus."

Rekaman ini adalah ungkapan rasa hormat kepada James Hetfield dan anggota Metallica lainnya, serta sebuah pernyataan emosional yang menandai bab terakhir dalam perjalanan musiknya. Pengumuman ini juga sebagai bagian dari album terakhir Megadeth disambut dengan antusias oleh penggemar dan kritikus musik.

Banyak yang melihat keputusan ini sebagai langkah berani dan tulus—menghubungkan dua legenda thrash metal, Megadeth dan Metallica—yang menunjukkan bahwa, meskipun ada perbedaan di masa lalu, musik tetap menjadi bahasa universal untuk menghormati dan merayakan sejarah bersama.

Ini bukanlah album studio terkahir Megadeth, tapi juga penanda tur perpisahan yang akan menjadi momen emosional bagi para penggemar seluruh dunia.
PREVIOUS ARTICLE NEXT ARTICLE