ini merupakan hasil diskusi dan kesepakatan internal antara seluruh personel band.
Seringai, band metal yang berbasis di Jakarta, Indonesia, secara resmi menarik seluruh katalog musik mereka dari Spotify.
Langkah ini diambil sebagai bentuk protes terhadap investasi yang dilakukan oleh CEO Spotify, Daniel Ek, yang menanamkan dana sebesar 600 juta Euro ke perusahaan teknologi militer Jerman, Helsing.
Perusahaan tersebut dikenal mengembangkan teknologi drone dan kecerdasan buatan untuk kepentingan militer. Seringai menilai investasi ini bertentangan dengan prinsip perdamaian yang mereka junjung tinggi.
Manajer Seringai, Wendi Putranto, seperti dikutip dari Kompas.com, menyampaikan bahwa keputusan ini merupakan hasil diskusi dan kesepakatan internal antara seluruh personel band.
Mereka sepakat untuk menarik semua karya dari Spotify sebagai bentuk penolakan terhadap keterlibatan atau afiliasi dengan investasi yang mendukung industri peperangan.
Wendi juga menegaskan bahwa keputusan ini adalah representasi sikap kolektif Seringai, baik sebagai band maupun sebagai pencipta lagu. Walaupun mayoritas lagu Seringai sudah dihapus dari Spotify, terdapat dua lagu, yaitu “Satu Sisi dan Menyerang” serta “Lencana”, yang masih tersedia di platform tersebut.
Hal ini terjadi karena kedua lagu tersebut merupakan bagian dari album kompilasi film lama yang hak pengelolaannya telah berada di pihak ketiga. Seringai masih berupaya melakukan proses penghapusan untuk kedua lagu tersebut.
Bagi para pendengar, karya Seringai tetap dapat diakses melalui platform digital lain seperti Bandcamp, YouTube Music, dan Deezer. Dengan demikian, keputusan ini tidak sepenuhnya membatasi akses publik terhadap musik mereka, melainkan hanya penarikan dari Spotify.
Tindakan ini menempatkan Seringai dalam jajaran musisi yang melakukan boikot terhadap Spotify atas dasar penolakan terhadap dukungan, baik langsung maupun tidak langsung, terhadap pengembangan teknologi militer melalui investasi bisnis.
Keputusan Seringai ini dapat dipandang sebagai pernyataan idealisme dan konsistensi terhadap nilai-nilai perdamaian dan kemanusiaan yang selama ini mereka suarakan. Sikap vokal mereka mengenai isu sosial, kemanusiaan, dan perlawanan terhadap ketidakadilan tercermin pula dalam keputusan untuk mundur dari Spotify, sebagai bentuk komitmen pada prinsip yang mereka anut.
Tags
NEWS
